“Dan sungguh Allah telah menurunkan
kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat
Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah
kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu
berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan
mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam" (QS. an-Nisaa: 140) Allah
Syaikh Sulaiman bin Abdullah
bin Abdul Wahhab mengatakan bahwa secara tekstual makna ayat di
atas adalah manakala seseorang mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan
dilecehkan namun ia malah ikut duduk dalam majelis (kekufuran)
tersebut,
tanpa dipaksa, tanpa
pengingkaran, tidak pula “berdiri” meninggalkan majelis tersebut –hingga mereka
membicarakan masalah selain kekufuran–, maka ia